Estimasi Sumberdaya Batubara Menggunakan Perbandingan Metode Polygon Dan Cross Section Di Pit I Pt. Atoz Nusantara Mining, Pesisir Selatan, Sumatera Barat
Estimasi Sumberdaya Batubara Menggunakan Perbandingan Metode Polygon Dan Cross Section Di Pit I Pt. Atoz Nusantara Mining, Pesisir Selatan, Sumatera Barat
*debeno.habibie@gmail.com
** heri.19782000@ft.unp.ac.id
Abstract. PT. Atoz Nusantara Mining implements an open pit mining system and is currently
conducting exploration activities.The current condition of PT. Atoz Nusantara Mining is currently
doing land acquisition for what is used as a mining area.To find out in detail the subsurface
conditions, the company carries out well logging activities. So hopefully the series of detailed
exploration activities can facilitate the company in taking further steps or actions. After the
company conducted detailed exploration activities, the company had not yet processed the data
to determine the amount of coal resources, volume value, and tonnage in the Pit I area of PT.
Atoz Nusantara Mining.With the data above, it will be easier to conduct coal resource
calculation activities. To reduce the amount of geological risk, it is necessary to calculate the
mature coal resources in analyzing how the subsurface conditions in order to determine the
shape, size and dimensions of coal. Resource calculation plays an important role in determining
the quantity, quality and ease of commercial exploration of a deposit. Because the results of a
good resource calculation can determine the investment to be invested by investors, the
determination of production targets, ways of mining that will be carried out even in estimating
the time needed by the company in carrying out its mining business
Keywords: exploration, logging activities, coal resources, coal quantity, production target
1 Pendahuluan
Kondisi saat ini kegiatan penambangan batubara
Pertambangan merupakan sebagian atau seluruh tahapan PT. Atoz Nusantara Mining saat ini sedang melakukan
kegiatan dalam eksplorasi, pengelolaan dan pengusahaan pembebasan lahan untuk yang dijadikan sebagai area
mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum, penambangan. Untuk mengetahui secara detail kondisi
eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, bawah permukaan, perusahaan melakukan kegiatan well
pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan logging. Sehingga diharapkan rangkaian kegiatan
penjualan, serta kegiatan pasca tambang (UU Minerba eksplorasi detail tersebut dapat memudahkan perusahaan
No. 4 Tahun 2009). Industri pertambangan merupakan dalam mengambil langkah atau tindakan lebih lanjut.
industri yang memiliki resiko tinggi dalam bebagai Setelah perusahaan melakukan kegiatan eksplorasi detail
aspek dan sangat dipengaruhi oleh harga pasar atau perusahaan belum melakukan pengolahan data untuk
harga jual batubara. Semakin buruknya kondisi pasar atau menentukan jumlah sumberdaya batubara, nilai volume,
harga batubara dunia maka akan memberikan dampak dan tonase pada area Pit I PT. Atoz Nusantara Mining.
signifikan terhadap penjualan batubara.
Dengan adanya data-data di atas akan
PT. Atoz Nusantara Mining merupakan salah satu memudahkan dalam melakukan kegiatan perhitungan
perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan sumberdaya batubara. Untuk mengurangi besarnya
khususnya batubara. Perusahaan ini berada di Nagari resiko geologi diperlukan perhitungan sumberdaya
Tambang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir batubara yang matang dalam menganalisis bagaimana
Selatan, Provinsi Sumatra Barat. PT. Atoz Nusantara kondisi bawah permukaan agar dapat menetukan bentuk,
Mining menerapkan sistem tambang terbuka dan saat ini ukuran serta dimensi batubara. Perhitungan
sedang melakukan kegiatan eksplorasi. sumberdaya berperan penting dalam menentukan
125
jumlah, kualitas dan kemudahan dalam eksplorasi secara Peta Morfologi PT. ATOZ dapat dilihat dari gambar 2.
komersial dari suatu endapan[1]. Sebab hasil dari
perhitungan sumberdaya yang baik dapat menentukan
investasi yang akan ditanam oleh investor, penentuan
sasaran produksi, cara penambangan yang akan
dilakukan bahkan dalam memperkirakan waktu
yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam melaksanakan
usaha penambangannya.
2 Tinjauan Pustaka
126
2.2 Landasan Teori 2) Batubara banyak dipengaruhi oleh kondisi geologi
lokal
2.2.1 Aspek Geologi
3) Pengerasan dan perlipatan akibat aktivitas tektonik
menjadikan lapisan batubara sulit dikorelasikan.
Adapun persyaratan yang berhubungan dengan aspek
4) Perlapisan yang kuat mengakibatkan kemiringan
geologi berdasarkan Persyaratan jarak titik informasi
lapisan yang terjal.
untuk setiap kondisi geologi dan kelas sumberdayanya
5) Sebaran lapisan batubara secara lateral terbatas dan
adalah jarak pengaruh/jarak dimana kemenerusan
hanya dapat diikuti sampai puluhan meter.
dimensi dan kualitas batubara masih dapat terjadi dengan
6) Contoh batubara Ambakiang, Formasi Warukin,
tingkat keyakinan tertentu yang disesuaikan dengan
Ninian, Belahiang dan Upau (Kalsel), Sawahluwung
kondisi geologi daerah penyelidikan[2]. Titik informasi
(Sumbar), Air Kotok (Bengkulu), Bojongmanik
dapat berupa singkapan, parit uji, sumur uji, dan titik
(Jabar), serta daerah batubara yang mengalmi ubahan
pengeboran dangkal atau pun pengeboran dalam.
intrusi batuan beku di Bunian Utara (Sumsel).
Penentuan titik-titik informasi disesuaikan dengan
penyebaran batubara (garis singkapan) dan jarak
Tabel 2. Jarak Titik Informasi Menurut Geologi
pengaruh.Berdasarkan proses pembentukan tektonik,
karakteristik geologi pembentukan batubara dapat
dikelompokkan menjadi[3]:
Gambar 5. Perhitungan Volume Sumberdaya c. SG (Spesific Gravity) batubara yang terletak pada blok
yang akan dihitung.
Hasil dari bentuk cadangan yang dihasilkan berupa Kadar pada suatu luasan di dalam poligon ditaksir
bentuk tiga dimensi, dan jumlah perhitungan cadangan dengan nilai contoh yang berada di tengah-tengah
akan ditampilkan pada table viewer. Parameter– poligon sehingga metode ini sering disebut dengan
parameter yang perlu dilihat dalam perhitungan metode poligon daerah pengaruh (area of influence).
cadangan yang ditampilkan oleh table viewer yaitu Daerah pengaruh dibuat dengan membagi dua jarak
seperti seam (lapisan), dapat menampilkan seam yang antara dua titik contoh pada satu garis sumbu. Metode
sedang dihitung. Bagian burden akan menampilkan dua poligon untuk perhitungan cadangan batubara
tampilan yaitu overburden dan resource (sumberdaya). dilakukan sebagai berikut [10] :
Apabila menampilkan overburden maka volume yang
dihitung adalah volume overburden sedangkan apabila a. Untuk setiap lubang bor ditentukan suatu batas daerah
menghasilkan tampilan resource maka volume yang pengaruh yang dibentuk oleh garis-garis berat antara
dihitung adalah volume resource[7]. Sedangkan pada titik terdekat disekitarnya
bagian total volume akan menampilkan hasil perhitungan b. Garis-garis tersebut diekstensikan sejauh setengah
dari overburden dan resource. Untuk menghitung jarak dari titik-titik disekitarnya yang membentuk
tonnase dari batubara volume resource yang didapat suatu daerah pengaruh
dikalikan dengan densitas batubara. c. Masing-masing daerah/blok yang diperlukan sebagai
satu poligon yang mempunyai kadar dan ketebalan
Perhitungan cadangan pada software Pertambangan yang konstan yaitu sama dengan kadar dan ketebalan
dilakukan dengan aplikasi modul open cut, dengan titik bor di dalam poligon tersebut
beberapa tahapan, yaitu: d. Menentukan luas daerah/blok (m2) yang akan dihitung
a. Penentuan pit potensial. dengan cadangan batubara
b. Pembuatan blok tambang dengan spesifikasi ukuran e. Kemudian mencari volume endapan batubara (m3)
tertentu. dengan cara mengalikan luas daerah (m2) dengan
c. Perhitungan sumberdaya per blok tambang. ketebalan endapan batubara (m) pada daerah/blok
d. Akumulasi sumberdaya seluruh blok. tersebut.
f. Kemudian didapat berat cadangan endapan batubara
Dalam menentukan jumlah cadangan per blok tambang, (ton) dengan cara mengalikan volume batubara (m3)
digunakan aplikasi modul open cut dengan tahapan dengan SG batubara
sebagai berikut[8]: g. Demikian juga perhitungan cadangan endapan
batubara pada blok-blok yang lainnya, sehingga
a. Perhitungan luas area batubara per blok: luas areal didapatkan cadangan endapan batubara pada suatu
yang dihitung merupakan luas areal yang memiliki daerah
seam batubara, sedangkan daerah yang tidak
memiliki batubara tidak dihitung.
b. Perhitungan volume batubara per blok: luas areal
tersebut dikalikan dengan ketebalan sebenarnya (true
thickness) dari lapisan batubara.
Keterangan :
V = Volume daerah pengaruh (m³)
t = Tebal lapisan setiap lubang bor (m)
a = Luas daerah pengaruh (m²)
T=V*ρ (3)
Keterangan
T = Tonase (Ton)
V = Volume daerah pengaruh (m³) Gambar 7. Metode cross section
ρ = berat jenis (ton/m³)
Penerapan perhitungan tonase sumberdaya batubara
3. Rumus perhitungan total dengan metode Cross Section sangat tergantung pada
data pemboran[16]. Pada prinsipnya ada beberapa langkah
Ttotal = T1 + T2 + T3 + Tn (3) dalam dalam perhitunga. yaitu membagi lapisan batubara
menjadi beberapa blok-blok penampang dengan selang
Keterangan : jarak tertentu. Selang jarak tersebut dapat sama tiap blok
Ttotal = Tonase keseluruhan atau berbeda-beda tergantung pada kondisinya. Langkah-
T1 = Tonase daerah pengaruh T1 langkahnya adalah sebagai berikut: menghitung luas
T2 = Tonase daerah pengaruh T2 sayatan. menghitung jarak tiap sayatan. kemudian
T3 = Tonase daerah pengaruh T3 menghitung tonase batubara.
Tn = Tonase daerah pengaruh Tn
3 Metodologi Penelitian
Adapun kelebihan menggunakan metode poligon
yaitu[12] : 3.1 Jenis Penelitian
a. Perhitungan dapat dilakukan dalam waktu
singkat Berdasarkan jenis data yang akan diperoleh, maka teknis
b. Cocok untuk yang tidak bervariasi analisis data menggunkan data kuantitatif deskriptif,
c. Hasil nya lebih tepat apabila ketebalan batubara yaitu dengan mengolah data mengunakan software
relatif seragam tambang dan kemudian menampilkan bentuk desain
dalam bentuk gambar 2D dan 3D.
2.2.4 Metode Cross Section
3.2 Lokasi Penelitian
Metode ini adalah salah satu metode perhitungan secara
konvensional. Mengikuti pedoman dengan Lokasi penelitian berada di PT. Atoz Nusantara Mining
menghubungkan titik antar pengamatan terluar. Sehingga yang berlokasi di Nagari Tambang, Kecamatan IV Jurai,
untuk mencari satu volume dibutuhkan dua penampang. Painan, Pesisir Selatan.
Penerapan perhitungan tonase sumberdaya batubara
dengan metode Cross Section sangat tergantung pada 3.3 Instrumen Penelitian
data pemboran[13]. Pada prinsipnya ada beberapa langkah
dalam metode perhitungan sumberdaya menggunakan Adapun instrument yang dibutuhkan selama penelitian
metode cross section. Berikut adalah salah satu rumus adalah sebagai berikut:
yang bisa digunakan untuk mencari jumlah sumberdaya
batubara yang ada. 3.3.1 Perangkat Lunak
Keuntungan dari metode ini adalah proses Perangkat lunak digunakan untuk melakukan pengolahan
perhitungannya tidak rumit dan sekaligus dapat data menggunakan komputer. Perangkat lunak yang
dipergunakan untuk menyajikan hasil interpretasi model digunakan adalah sebagai berikut :
dalam sebuah penampang atau irisan horisontal[14].
Sedangkan kekurangan metode penampang adalah tidak
bisa dipergunakan untuk tipe endapan dengan
129
a) Microsoft Excel
Microsoft Excel digunakan dalam pembuatan Pengolahan data primer untuk menentukan
data dasar survey dan litologi, yang kemampuan alat penulis menggunakan aplikasi
merupakan data ubahan dari data log bor. Microsoft excel untuk memudahkan penulis mengolah
Data hasil olahan Microsoft Excel kemudian data sedangkan pegolahan data sekunder yang
disimpan dalam format .txt atau .prn sebagai digunakan untuk membuat Tampilan 2D dan 3D
data inputan untuk melakukan pengolahan sumberdaya. Dalam penelitian ini, tahapan yang
data menggunakan Software tambang. penulis lakukan untuk mengolah dan menganalisis data
yaitu:
b) Software tambang
Software tambang yang digunakan untuk a) Analisis Topografi Daerah Penelitian.
mengkorelasikan dan menggambarkan data Tujuan dari analisis topografi daerah penelitian
bor ke dalam bentuk 3D. Perangkat lunak ini ini adalah untuk mengkaji dan memahami
berguna untuk melakukan perhitungan bentuk daerah penelitian yang akan dibuat
sumberdaya. tampilan 2D dan 3D.
130
4.1.2 Peta Topografi pemboran merupakan total depth dari pemboran, serta
data from to dari ketebalan batubara. Data bor ini
Peta topografi merupakan peta yang menggambarkan kemudian disusun dan disesuaikan dengan format data
permukaan yang digambarkan dengan garis kontur. dari software Minescape.
Pada peta topografi dapat dilihat beda tinggi suatu
lokasi dari rapatnya interval kontur tersebut. Secara Data lithologi adalah data-data tentang nama
umum PT. Atoz Nusantara Mining dilihat pada kondisi lubang bor, stratigraphic unit, top depth, base depth,
topografi merupakan daerah perbukitan. permukaan lithology unit. Data survey dan data lithologi di atas
yang relatif datar dan lembah. Pada gambar di bawah akan diolah dengan mengggunakan software Minescape
merupakan peta topografi dari daerah penelitian. agar dapat menampilkan data seperti: Membatasi area
dengan poligon , Triangulasi topografi, Sebaran Titik
Bor, Kontur struktur batubara, Bentuk Section, Daerah,
Pengaruh Batubara, Betterblock, Resgraph
Daftar Pustaka
134
[9] Indonesia, S. N. (2011). Pedoman pelaporan
sumberdaya dan cadangan batubara. Badan
Standardisasi Nasional (BSN).
135